PRAKARYA KELAS 8 BAB 1 KERAJINAN BAHAN LUNAK (23 JULI 2020)


                                                                            BAB 1
                                 KERAJINAN BAHAN LUNAK


A. Prinsip Kerajinan Bahan Lunak 

            Pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yang digunakan merupakan cermin dari kepiawaian pengrajin dalam penciptaan karyanya. Perkembangan dari pemanfaatan bahan, cara pembuatan, maupun penampilan bentuk sebuah karya yang muncul, menunjukkan adanya kemampuan daya serap pengrajin untuk mengadaptasi segala perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat. Meskipun tidak dilakukan secara menyeluruh, baik secara langsung maupun coba-coba, tanpa disadari mereka mampu melakukan perubahanperubahan kreatif. Masuknya teknologi dalam bentuk memanfaatkan bahan, terutama bahan lunak buatan, merupakan sesuatu yang baru dan tidak mudah untuk diterapkan. Perubahan-perubahan yang terjadi semua karena adanya permintaan pasar.

            Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak yaitu lentur, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Prinsip pembuatan kerajinan bahan lunak alam dan buatan memiliki kecenderungan yaitu sengaja dibuat orang secara khusus dan sangat mempertimbangkan aspek pemaduannya. Pemaduan yang dimaksud adalah penggunaan bahan lain dengan warna dan bentuk yang berbeda tetapi padu dengan bahan dasarnya. Pemaduan juga dapat dilakukan dengan bahan serupa tetapi dibuat dengan karakteristik yang berbeda. 

 
B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak 

            Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi menjadi dua jenis sebagai berikut. 

1. Bahan Lunak Alam 
        Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alam adalah tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu, dan flour clay.

2. Bahan Lunak Buatan
       Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa polymer clay, gips, fiberglass, lilin, sabun, dan parafin.


        Keragaman bahan lunak tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari bahan lunak yang perlu dikenal dan dimengerti.

1. Bahan Lunak Alam
    Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.

a. Tanah Liat
    Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Ada yang berwarna cokelat muda, tua atau cokelat keabu-abuan, serta cokelat keputihan. Setiap warna bergantung pada kandungan dari masing-masing tanah tersebut. Tanah yang mengandung kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih kehitam/keabu-abuan, sedangkan earthenware lebih terlihat cokelat kemerahan.
    Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat biasa dikenal orang dengan kerajinan keramik. Asal kata keramik adalah ‘keramos’ (bahasa Yunani) yang artinya benda pecah belah yang terbentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Pada pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis, sehingga mudah dibentuk. Setelah itu dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600oC sampai 1300oC sesuai jenis tanah liatnya, sehingga tanah liat menjadi keras, padat, dan kedap air.
    Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang berciri khas. Masing-masing daerah menunjukkan keunikannya dari bentuk, teknik, hingga ragam hias yang ditampilkannya. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik di Indonesia yang kental akan corak budaya yang membedakannya dengan keramik Cina, Jepang, atau Eropa.

b. Kulit
    Pada zaman dahulu telah dikenal kerajinan berbahan dasar kulit yaitu wayang. Tahukah kamu kerajinan wayang? Menurut pengertiannya wayang berarti bayangan. Wayang kulit merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita yang memiliki nilai sangat tinggi. Oleh sebab itu, UNESCO telah menetapkan sebagai warisan bangsa terhadap wayang kulit pada Indonesia.
    Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan. Selain wayang, kerajinan kulit juga dapat berupa tas, sepatu, sandal, dompet, dan ikat pinggang. Proses pembuatan bahan baku kulit cukup sederhana. Kulit hewan potong dicuci bersih terlebih dahulu, direntangkan, kemudian dijemur langsung dengan sinar matahari hingga kering. Sesudah kering, kulit digosok untuk menghilangkan bulu dan kotoran menggunakan kapak kecil. Kemudian, dicuci bersih dan dijemur kembali. Setelah itu, kulit baru dapat dipergunakan. Teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan kulit adalah teknik pahat.
  • Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga mudah dibentuk.
  • Kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem, sesuai dengan hewan yang dikuliti.
  • Kulit alami jika terbakar akan berbau sate.
  • Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.
c. Getah Nyatu
  • Getah nyatu merupakan getah dari pohon nyatu yang berwarna putih.
  • Warnanya yang putih memudahkan untuk diberi warna warni. Warna yang digunakan berasal dari pewarna alam sehinga warnanya pun natural tidak secemerlang warna buatan.
  • Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar lunak dan elastis.
  • Jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan mengeras.
d. Flour Clay
        Flour clay adalah sejenis bahan tepung yang dibuat menjadi adonan. Adonan dibuat sedemikian rupa hingga kalis dan lunak sehingga mudah dibentuk. Adonan tepung semacam ini disebut juga dengan playdought. Flour clay lebih banyak mencerminkan kegiatan pengisi waktu luang di rumah, karena bahan yang digunakan pun berasal dari rumah, yaitu bahan yang biasa dipakai untuk mengolah panganan sehari-hari. Kerajinan flour clay ini memberikan peluang bisnis yang begitu besar, mengingat sifatnya yang lunak, dan mudah dibentuk sehingga dapat dikreasikan menjadi bentuk-bentuk yang kreatif dan menarik.
  • Flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga kalis dan mudah dibentuk.
  • Flour clay juga dicampur dengan air.
  • Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air akan mudah rusak.
  • Pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan
  • atau sintetis agar muncul warna-warna yang cemerlang.

2. Bahan Lunak Buatan
    Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam dengan maksud mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak.

a. Polymer Clay dan Plastisin
  • Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
  • Yang membedakan hanya pada polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
  • Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan plastisin tetap seperti semula.
b. Fiberglass
  • Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan mengeras.
  • Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras.
  • Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor.
  • Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat fiberglass dapat cepat mengeras.
  • Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun saat bahan mengering. Fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.
c. Lilin dan Parafin
  • Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan mencair.
  • Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan dengan cara cetak/cor.
  • Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
  • Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.
  • Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali.

d. Gips
  • Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara dicor atau dicetak.
  • Pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi.
  • Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya dengan bahan ini.
e. Sabun
  • Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat padat.
  • Sabun dapat pula diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti flour clay. Sabun yang didiamkan akan mengeras.
  • Pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna sabun atau dapat pula ditambah biang warna saat sabun dibuat adonan.


Tugas 1
 Kerjakan soal-soal di bawah ini. Tugas dikerjakan di buku, tulis soal beserta jawabannya, kemudian di bagian atas diberi nama lengkap, kelas, dan tanggal. Paling lambat pengumpulan tugas nanti malam pukul 21.00. Nomor whatsapp bu Lita Yuliyahya 085323385282.

1. Apa yang dimaksud dengan kerajinan bahan lunak?
2. Bahan lunak terbagi menjadi...macam yaitu bahan lunak alam adalah... dan bahan lunak buatan                adalah...
3. Sebutkan dan jelaskan contoh bahan lunak alam!
4. Sebutkan dan jelaskan contoh bahan lunak buatan!
5. Apa yang dimaksud dengan flour clay?
6. Sebutkan peralatan kerajinan keramik!
7. Kerajinan apa yang terdapat di daerahmu?
8. Bagaimana struktur fiberglass?
9. Apa yang membedakan antara polymer clay dengan plastisin?
10. Sebutkan fungsi kerajinan bahan lunak!


                                                    Selamat mengerjakan :) 




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENENTUKAN PERSAMAAN DARI SUATU KONFIGURASI OBJEK (3 AGUSTUS 2020)

Operasi hitung pada bilangan pecahan

DIAGRAM GARIS DAN DIAGRAM LINGKARAN